NATA DE SOYA
pengertian-pengertian
1. limbah cair tahu air sisa penggumpalan tahu yang dihasilakan selama proses pembuatan tahu. kandugan limbah cair tahu : protein, lemak, karbohidrat, dan vit B
2. AcetobacterXylinim merupakan bakteri berbentuk batang pendek, yang mempunyai panjang dan lebar dalam mikron dengan permukaan dinding yang berlendir
3. nata de soya sejnis makanan yang berbentuk agar dan berwarna putih dari bahan baku air tahu atau tempe yangn berasal dari kedelai. nata de soya sendiri dibentuk oleh bakteri acetobacter Xylinum yang merupakan bakteri asam asetat bersifat aerob
ciri-ciri nata yang baik dan berhasil dibuat
1. tidak ada kontaminasi oleh jamur
2. lebih padat dan rekat
3. warna putih kekuningan
4. ketebalan rata dan tidak berlapis
5. tidak ada media yang tersisa
BAHAN BAKU KEDELAI PUTIH
1. Alat dan Bahan
A. Alat :
1. kompor
panci stainless steel
saringan kelapa dengan lubang-lubang yang halus
gelas ukur
loyang plastik 25 X 30 cm 4 buah
karet gelang 8 buah/tali kasur.
kertas koran 4 lembar
pH indikator
B. Bahan :
1. Kedelai 1 Kg
2. bibit bakteri Acetobacter xylinum 100-150 cc
3. pupuk urea/ZA 0,6 gram
4. cuka 5-8 Sendok Teh
5. gula 100 gram
2. Cara Kerja
I. Loyang
Siapkan 4 buah loyang dalam keadaan kering dan bersih.
II. Pengolahan Kedelai
Masukan 4 liter air dan 1 Kg kedelai kedalam panci. panaskan air dan kedelai dalam panci di atas kompor dengan pemanasan yang cukup ambilah kotoran-kotoran atau gelembung-gelembung yang ada dipermukaan yang sedang dipanaskan dengan saringan ( 30- 40° Celsius) sampai bersih. masukan pupuk urea/ZA dalam panci, biarkan 5 menit, ambilah kembali kotoran-kotoran yang ada dengan saringan. masukan 100 gram gula, biarkan 5 menit, ambil kembali kotoran-kotoran yang ada dengan saringan. masukan 5-8 mL cuka (atur agar pH 3-4), biarkan hingga mendidih. Turunkan dari kompor setelah mendidih.
III. Fermentasi
masukan 1 liter air rebusan kedelai yang masih panas dalam 1 loyang. selanjutnya lakukan hal yang sama untuk 3 loyang lainnya.
tutuplah loyang dengan kertas Koran dengan baik dan rapih hingga tertutup rapat lalu diikat sekeliling sisi loyang.
simpan loyang ditempat yang baik dengan sirkulasi udara yang bagus, suhu ruang berkisar 28-30° Celsius. Biarkan selama 1 hari.
hari berikutnya dilakukan pembibitan, dengan cara seperti berikut:
angkat tutup koran sedikit disalah satu ujungnya loyang, masukan bibit dari botol 100-150 cc, selanjutnya tutup kembali, lakukan hal yang sama untuk 3 loyang lainnya.
simpanlah loyang yang sudah di isi bibit selama 7-14 hari dalam keadaan tertutup seperti semula.
setelah 7-14 hari, air rebusan kedelai yang semula cair sekarang sudah menjadi padat (nata/selulosa) berupa lembaran.Baca selengkapnya http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2011/03/14/cara-membuat-nata-de-soya/
BAHAN BAKU LIMBAH PRODUKSI TAHU/PRODUKSI TEMPE
1. Alat dan Bahan
A. Alat :
9. kompor
panci stainless steel
saringan kelapa dengan lubang-lubang yang halus
gelas ukur
loyang plastik 25 X 30 cm 4 buah
karet gelang 8 buah/tali kasur.
kertas koran 4 lembar
pH indikator
B. Bahan :
1. Air limbah produksi tahu/produksi tempe 4 liter
2. bibit bakteri Acetobacter xylinum 100-150 cc
3. pupuk urea/ZA 0,6 gram
4. cuka 5-8 Sendok Teh
5. gula 100 gram
2. Cara Kerja
III. Loyang
Siapkan 4 buah loyang dalam keadaan kering dan bersih.
IV. Pengolahan Kedelai
Masukan 4 liter air limbah produksi tahu/produksi tempe kedalam panci. panaskan air limbah produksi tahu/produksi tempe kedalam panci di atas kompor dengan pemanasan yang cukup ambilah kotoran-kotoran atau gelembung-gelembung yang ada dipermukaan yang sedang dipanaskan dengan saringan ( 30- 40° Celsius) sampai bersih. masukan pupuk 0,6 gram urea/ZA dalam panci, biarkan 5 menit, ambilah kembali kotoran-kotoran yang ada dengan saringan. masukan 100 gram gula, biarkan 5 menit, ambil kembali kotoran-kotoran yang ada dengan saringan. masukan 5-8 mL cuka (atur agar pH 3-4), biarkan hingga mendidih. Turunkan dari kompor setelah mendidih.
III. Fermentasi
1. masukan 1 liter air rebusan limbah produksi tahu/produksi tempe yang masih panas dalam loyang. selanjutnya, lakukan hal yang sama untuk 3 loyang lainnya.
2. tutuplah loyang dengan kertas Koran dengan baik dan rapih hingga tertutup rapat lalu diikat sekeliling sisi loyang.
3. simpan loyang ditempat yang baik dengan sirkulasi udara yang bagus, suhu ruang berkisar 28-30° Celsius. Biarkan selama 1 hari.
4. hari berikutnya dilakukan pembibitan, dengan cara seperti berikut:
a. angkat tutup koran sedikit disalah satu ujungnya loyang, masukan bibit dari botol 100-150 cc, selanjutnya tutup kembali, lakukan hal yang sama untuk 3 loyang lainnya.
b. simpanlah loyang yang sudah di isi bibit selama 7-14 hari dalam keadaan tertutup seperti semula.
c. setelah 7-14 hari, air rebusan limbah produksi tahu/produksi tempe yang semula cair sekarang sudah menjadi padat (nata/selulosa) berupa lembaran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar